Sistem Penjaminan Mutu di STFB terdiri atas seperangkat nilai, prinsip, kegiatan, dan institusi yang secara fungsional saling terkait. Masing-masing bagian dan komponen mempunyai peran penting dalam penjaminan mutu sehingga dapat dilihat sebagai sebuah sistem.  Sistem Penjaminan Mutu, pada prakteknya harus dilaksanakan baik secara internal melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yaitu dengan membentuk Satuan Penjaminan Mutu (SPM STFB) maupun Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) seperti Akreditasi Institusi maupun program studi.

Sebagai langkah awal penyelenggaraan pendidikan tinggi berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi STFB menjalankan SPMI baik secara akademik maupun non-Akademik.

Secara Akademik Sistem Penjaminan Mutu Akademik di STFB meliputi lima bagian utama yaitu:

1.       Landasan ideal penjaminan mutu akademik

2.       Pelaksanaan penjaminan mutu akademik

3.       Evaluasi Diri

4.       Audit Mutu Akademik Internal

5.       Peningkatan mutu dan benchmarking

Landasan ideal penjaminan mutu akademik mencakup beberapa komponen, yaitu: (a) visi, misi, nilai, dan tujuan Sekolah Tinggi, (b) kebijakan mutu akademik, (c) manual mutu akademik dan (d) standar mutu akademik. Dengan landasan ideal ini, STFB akan memiliki arah yang jelas untuk mencapai tujuan.

Pelaksanaan penjaminan mutu akademik didasarkan atas dokumen akademik dan dokumen mutu. Dokumen akademik sebagai rencana atau standar memuat tentang arah/kebijakan, visi-misi, dan peraturan akademik. Dokumen mutu sebagai instrumen untuk mencapai dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Untuk menjamin bahwa standar yang telah ditetapkan dilaksanakan, dipenuhi, dan dievaluasi, maka diperlukan adanya monitoring dan evaluasi (monev). Dengan melaksanakan monev, maka kinerja pendidikan di STFB selalu terpantau sehingga menjadi efektif dan efisien.

Evaluasi diri merupakan mekanisme inti penjaminan mutu akademik. Dengan evaluasi diri (melihat dan menilai diri sendiri) secara jujur dan objektif, maka akan diketahui kondisi yang nyata dari unit-unit pengelola akademik, baik berupa kekuatan maupun kelemahannya. Dari gambaran tersebut, Sekolah Tinggi akan dapat merencanakan dan melaksanakan tindakan koreksi dengan intervensi positif, yaitu melakukan perbaikan, peningkatan, dan penyesuaian prosedur.

Tabel 1. Indikator Utama Pelaksanaan SPMI di STFB

Indikator Kinerja Utama

Kondisi

 

Target Tahunan

 

 

 

 

awal

 

 

 

 

No.

Uraian

 

2011

2012

2013

2014

 2015

1.

Implementasi

penjaminan

-

ada

Terlaksana

terlaksana

Terlaksana

 

mutu

 

 

 

 

 

 

2.

Jumlah kegiatan di pimpinan

0%

0%

60%

85%

100%

 

yang memiliki SOP

 

 

 

 

 

2.

Audit mutu dilakukan oleh

Belum

Pertama

Kedua

Ketiga

Keempat

 

auditor bersertifikat

 

 

 

 

 

3.

Roadmap

sertifikasi

  Kajian

Penyusunan

Implementasi pertama

Implementasi tahap II

Implementasi tahap III

 

manajemen mutu

 

 

 

 

 

4.

Kelengkapan

dokumen

0%

0%

0%

0%

50%

 

mutu ISO 9001-2008

 

 

 

 

 

5.

Sertifikat ISO 9001-2008

-

Kajian

Persiapan

Mengusulkan

Implementasi

 Audit mutu akademik internal (AMAI) adalah audit penjaminan mutu dan konsultasi yang independen dan objektif terhadap kegiatan operasional akademik atau proses akademik. Audit ini dilakukan terhadap unit-pengelola akademik untuk melihat dan menilai apakah manajemen unit pengelola akademik sudah bekerja sesuai prosedur dan menghasilkan output sesuai dengan standar. Hasil AMAI adalah rekomendasi tentang perbaikan dan pengembangan mutu akademik pada unit-unit pengelola akademik. Unit-unit tersebut juga harus memperlihatkan akuntabilitasnya kepada stakeholders. Akuntabilitas STFB akan diuji melalui satu evaluasi eksternal (akreditasi). Akreditasi akan menghasilkan peringkat mutu akademik Sekolah Tinggi, baik secara institusional maupun pada aras program studi.

Peningkatan mutu dan benchmarking: ada dua macam peningkatan mutu yaitu peningkatan mutu untuk mencapai standar mutu yang ditetapkan, dan peningkatan mutu dalam konteks peningkatan standar mutu yang telah dicapai melalui benchmarking. Benchmarking adalah upaya pembandingan standar, baik antar internalorganisasi maupun dengan standar eksternal secara berkelanjutan dengan tujuan peningkatan mutu dalam rangka memenuhi kebutuhan stakeholders.

Go to top